Kami Memberikan Gudang atau Kumpulan Contoh Surat dan Proposal di blog ini.

Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham

Share on :
Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham - Ini yang sangat menarik sekali untuk bisa anda ceritakan di atas panggung dan pastinya sangat seru banget dengan drama salah paham ini, meskipun terlihat sepeleh tetapi hal ini bisa kita lakukan dengan sunggu-sunggu saat melakukan adegan drama 6 orang ini. Pastinya untuk hasil yang didapat sangat bagus yang penting saat melakukan drama ini semua kompak dan saling mengerti bagian-bagian yang mereka dapatkan, dan cocok dengan naskah drama 6 orang ini.

Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham bisa menjadi salah satu hal yang harus kita mainkan dan pastinya sangat seru banget tentang teman dalam sekolah bersama teman-teman dan membawakan peran yang sangat penting ini.


Oya kami juga sampaikan juga tentang contoh naskah drama sahabat sejati  juga bisa di bawakan dengan 4 orang saja dan ini juga sangat menarik sekali kalau anda membawa teman drama sahabat sejati, yang penting bisa menghibur banyak orang nantinya.

Oke langsung saja anda baca di bawah ini untuk Naskah Drama 6 Orang Salah Paham tersebut dibawah ini ya.

Cast:
1. Alhadi Budianto as Budi
2. Cahayani Yogaswari as Ririn
3.Kurnia Vanie S as Corry
4. Muhammad Haris as Haris
5. Nurul Novria as Nurul
6. Venny Goretti as Venny

Di sebuah sekolah favorit, ada tiga orang siswa populer yang disegani. Mereka adalah Corry, Ririn, dan Venny yang terbiasa mendapatkan apapun  dengan uang.                  
Namun ada juga golongan kedua, yang terdiri dari Nurul, Budi, dan Haris. Mereka pintar, namun tergolong siswa kurang mampu sehingga sering diremehkan oleh Corry, Ririn, dan Venny.
Suatu hari, Corry, Ririn, dan Venny hendak pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar. Namun Corry tidak berhasil menemukan uangnya yang seingatnya diletakkan di tas.
Ririn       :”Cor, Ven, kita ke kantin yuk!”
Venny   :”Ayo, perutku sudah lapar sekali!”
Corry     :(sambil membuka-buka tasnya)”Aku juga”
(Ririn dan Venny berjalan beriringan meninggalkan kelas)
Corry     :(setengah berteriak) ”Eh, tunggu!”
Venny   :”Kenapa, Cor?”
(Ririn dan Venny berbalik ke arah Corry)
Corry     :”Uang aku hilang nih! Kalian liat nggak?”
Ririn       :”Hah? berapa? Coba periksa lagi, mungkin aja terselip”
Corry     :”Nggak mungkin, Rin. Aku masih ingat tadi meletakkan uang itu disini” (menunjuk bagian depan tasnya)
Ririn       :”Hmmmm...mendingan geledah aja semua tas, Cor!”
Venny   :”Tunggu, geledahnya nanti aja waktu semuanya udah di dalam kelas, kan nggak enak sama yang lain, Cor”
Corry     :”Yaudahlah”
Ririn       :”Mendingan ssekarang kita ke kantin, biar aku yang traktir!”(menarik tangan Corry dan Venny keluar kelas)
(Semua siswa telah berada di dalam kelas)
Ririn       :”Teman-teman ada yang ngeliat uang Corry nggak?”
Haris      :”Berapa uangnya?”
Corry     :”500 ribu, tau nggak?”
Haris      :(menggeleng)
Ririn       :”Ya udah, geledah aja tas mereka semua!”(Ririn berjalan menuju meja Budi yang sedang membaca buku dan langsung menggeledah tasnya)
Ririn       :”Loh, ini uangnya!” (mengacungkan uang 500 ribu)
Budi       :(meletakkan bukunya)”Bukan! itu uang yang diberikan ayahku tadi pagi dan akan kugunakan untuk membayar uang sekolah”(merebut uang itu dari tangan Ririn)
Haris      :”Ya, itu uang Budi! Bahkan tadi pagi aku melihat ayahnya sendiri yang memberikan uang itu kepada Budi!”
Corry     :”Nggak nyangka, ya! Orang yang selama ini kuanggap baik dan jujur ternyata bisa mencuri uangku! Budi, kamu sadar diri dong! Kurang baik apa aku ke kamu!”
Budi       :”Tapi kan.....”
Nurul     :”Kamu nggak boleh gitu, Cor! Belum tentu Budi yang mengambil uang itu! Siapa tau uang itu benar-benar pemberian ayahnya!”
Corry     :”Nggak mungkin! aku yakin itu uang aku! Nggak mungkin juga kan, Budi punya uang sebanyak ini!” (merebut uang dari tangan Budi)
Venny   :”Ya sudahlah, nanti aja masalah ini diselesaikan. Sekarang kan sedang jam kosong, sebaiknya kamu menenangkan diri dulu ke luar kelas. Aku tidak ikut, ya, mau mengerjakan PR dulu! Hehehe..” (mengangkat buku PRnya)
(Ririn dan Corry berjalan keluar kelas)
Haris      :”Sudahlah, Bud. Nggak usah terlalu dipikirkan”
Budi       :”Tapi kenapa semuanya menuduh aku?”
Nurul     :”Kalau kamu nggak salah kenapa harus takut?”
(Venny berjalan menuju meja Budi dan langsung duduk di sebelah Nurul)
Venny   :”Aku tau siapa yang mencuri uang itu”
Nurul     :”Hah?! siapa?!”(setengah berteriak)
Venny   :”Ssstt....Ririn”
Budi       :”Nggak boleh menuduh orang sembarangan, Ven!”
Haris      :”Lagipula kayaknya nggak mungkin Ririn yang mengambil uang itu”
Venny   :”Tapi itulah kenyataannya. Biar nanti aku yang memberitahu Corry. Kalian tidak usah panik”
Budi       :”Baiklah, terimakasih ya, Ven. Kamu mau membantu kami”
Venny   :(mengangguk dan kembali ke mejanya)
(Corry dan Ririn memasuki kelas)
Venny   :(berteriak dengan lantang)”Teman-teman, sekarang saatnya kalian tau, siapa yang sebenarnya mengambil uang Corry! dia adalah orang terdekat yang paling dipercayainya!”
Corry     :”Jadi......kamu,Rin?”(memandang tidak percaya ke arah Ririn)
Ririn       :”Iya, Kenapa?! Mau marah? Silahkan!”
Corry     :”Sial!! selama ini aku sangat percaya sama kamu! Tapi kenapa kamu berkhianat, Rin? Kenapa kamu tega sama aku?!”
Ririn       :”Kamu yang buat aku berubah, Cor! kamu yang memaksa aku untuk ngikutin gaya hidupmu! Aku tertekan, Cor!”
Budi       :”Sudahlah.....kenapa jadi kalian yang bertengkar? Maafkan aja, Cor. Aku tau kondisi keuangan Ririn sedang susah, kemarin aku melihat dia mendaftar beasiswa untuk anak kurang mampu”
Corry     :”Tapi.....kamu kok nggak pernah cerita, Rin?”
Ririn       :”Iya, memang aku yang salah. Maafkan aku, aku nggak pernah cerita sama kamu, karena aku nggak mau merepotkan kamu, Cor”
Corry     :(tertunduk)
Nurul     :”Maafin aja, Cor. Kan dia udah jujur”
Venny   :”Iya, nggak seharusnya kita bertengkar kayak gini”
Corry     :(tersenyum)”Iya, Rin. Maafin aku juga, ya. Lain kali, kalau kamu butuh sesuatu, cerita aja ke aku,siapa tau aku bisa bantu”
Ririn       :(tersenyum dan mengangguk)
(Corry dan Ririn berjabat tangan)
Nurul     :”Eh, kayaknya ada yang ketinggalan, deh!”
Haris      :”Apa?”
Nurul     :”Ada yang belum dimintain maaf, tuh!”
Corry     :”Oiya, maafkan aku ya, Bud! aku salah sangka ke kamu!”
Budi       :”Iya, nggak apa-apa, Cor. Aku nggak marah kok sama kalian semua!”
Venny   :”Ya iyalah....Budi nggak mungkin marah sama Corry, kan kalian semua tau kalo Budi diam-diam ada sesuatu sama Corry..”
Ririn, Haris, Nurul, Venny             :”CIEEE!!!”

Bagimana baguskan  untuk naskah drama 6 orang berjudul salah paham yang pastinya bisa menjadi hiburan oleh banyak orang yang lagi menyaksikan pentas anda tentang tema salah paham ini ya. Jangan lupa kunjungi blog contoh surat dan proposal yang maka kami akan menyampaikan langsung disini untuk anda semua tentang hal menarik lainya setiap hari oke.

Artikel Terkait

Anda sedang membaca Artikel tentang Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham dan anda bisa menemukan Artikel Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham ini dengan URL http://suratproposal.blogspot.com/2014/06/contoh-naskah-drama-6-orang-salah-paham.html, Terimakasih Telah membaca Artikel Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham Anda boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste nya jika Artikel Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham ini sangat bermanfaat bagi anda, Namun jangan lupa untuk meletakkan Link Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham sebagai Sumbernya.

0 comments on Contoh Naskah Drama 6 Orang Salah Paham :

Post a Comment and Don't Spam!